Dinamika Struktur Kepemimpinan PTFI dan Dukungan terhadap Frans Pigome
APS Mimika mengulas dinamika kepemimpinan PTFI serta menguatnya dukungan terhadap Frans Pigome dari jajaran Senior Management Corporate, sebagai kandidat Presiden Direktur PTFI berikutnya.
KAJIAN GEOPOLITIK PAPUA


Foto: Ilustrasi Gambar Karyawan PTFI
www.apsmimika.com - Timika, Papua Tengah - 6 Januari 2026
Dinamika Pergantian Pimpinan PTFI
Di tengah perkembangan menyeluruh yang terjadi di PT Freeport Indonesia (PTFI), muncul wacana terkait pergantian pucuk pimpinan PTFI di awal tahun 2026. Informasi internal yang beredar di kalangan pegawai PTFI menunjukkan adanya pencalonan Frans Pigome, yang saat ini menjabat di senior management, untuk menggantikan Tony Wenas sebagai Presiden Direktur PTFI. Pergantian ini tentunya membawa dampak signifikan bagi struktur kepemimpinan perusahaan dan operasional di lapangan.
Peran dan Posisi Tony Wenas dan Frans Pigome
Dalam dinamika kepemimpinan saat ini, Tony Wenas telah memegang posisi sebagai Presiden Direktur PTFI, berkontribusi pada pengembangan strategi dan kebijakan yang mengarah pada kemajuan perusahaan. Di sisi lain, Frans Pigome, sebagai senior management, juga tidak kalah berpengalaman. Ia dikenal karena kemampuan kepemimpinannya yang kuat, dan dinilai mampu menghadapi tantangan yang dihadapi PTFI, terutama dalam hal hubungan dengan masyarakat lokal, khususnya dalam konteks masyarakat adat Papua.
Dukungan Masyarakat terhadap Pengambilan Kebijakan Afirmasi
Masyarakat Papua, khususnya komunitas OAP (Orang Asli Papua), memberikan dorongan kepada pimpinan baru untuk segera mengambil kebijakan afirmatif yang proaktif bagi masyarakat kecil. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat inisiatif pembangunan yang beraspek sosial. Di masa kepemimpinan baru dengan rancangan kebijakan yang mendukung kepentingan OAP, diharapkan PTFI dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat lokal.
Melihat situasi di PTFI saat ini, momentum pergantian pemimpin diharapkan dapat membuka babak baru dalam relasi perusahaan dengan masyarakat serta meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan pelibatan aktif dari seluruh pihak, termasuk komunitas lokal dan internal perusahaan, PTFI dapat meraih tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Dorongan dari Analisis Papua Strategis (APS) Kabupaten Mimika
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Kabupaten Mimika Yerry A. Nawipa, menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebagai bagian dari afirmasi terhadap Orang Asli Papua (OAP) dalam struktur kepemimpinan tertinggi PTFI. APS Mimika mendorong agar para pengambil kebijakan mempertimbangkan dua figur Orang Asli Papua (OAP), yakni Frans Pigome sebagai Senior Management Corporation & Senior Leadhership/Top Management serta Claus Wamafma sebagai Community Relations/Social Responsibility & Functional/Operasional sebagai representasi kearifan lokal Papua dalam tata kelola korporasi strategis yang beroperasi di Tanah Papua.
Harapan kepada Pemerintah Nasional & Internasional
APS Mimika berharap agar wacana penguatan figur OAP di tubuh PTFI ini dapat memeperoleh restu dari para pengambil kebijakan baik di tingkat nasional dan Internasional, khususnya kepada: Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, sebagai pemegang mandat tertinggi negara dalam pengelolaan sumber daya strategis nasional
Penutup
Pergantian pucuk pimpinan di PT. Freeport Indonesia (PTFI) bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat keadilan, representasi, dan rekonsiliasi sejarah Papua dalam pengelolaan industri tambang kelas dunia. Publik Papua kini menanti langkah nyata dari para pemegang keputusan negeri ini.
---Eme Neme Yauware---
